PERNYATAAN SIKAP DAN SERUAN PEMILU DAMAI PMII KABUPATEN MALANG
Demokrasi dan benang “kusut” tuntutan masyarakat agar tercapainya masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur hanyalah sebuah keniscayaan belaka. PEMILU 2009 dengan sistem suara terbanyak dalam penentuan caleg akan menjadikan ekpresi demokrasi masyarakat yang beragam dalam menyikapi Pemilu. Pesta demokrasi (PEMILU 2009), adalah momentum tepat bagi masyarakat dalam menyalurkan aspirasi politiknya guna mencapai sebuah sinergi pemerataan pembangunan yang berkeadilan sesuai UUD 1945. Maka PC PMII Kabupaten Malang menyatakan sikap, bahwa :
1. PC PMII Kabupaten Malang meminta KPUD Kabupaten Malang untuk mewujudkan pemilu bersih dari praktik-praktik kolusi, korupsi dan nepotisme dalam PEMILIHAN LEGISLATIF 2009.
2. PC PMII Kabupaten Malang menolak penggunaan lembaga birokrasi, pendidikan, pesantren, sosial, sarana umum dan layanan publik untuk suksesi pemilihan CALON ANGGOTA LEGISLATIF.
3. PC PMII Kabupaten Malang mengajak semua elemen masyarakat agar mewujudkan PEMILU DAMAI.
4. PC PMII Kabupaten Malang mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas. Demikian pernyataan sikap ini, semoga dapat menjelaskan maksud dan tujuan kami, harapan besar kami adalah terbentuknya masyarakat Kabupaten Malang berhati mulia yang sejahtera, adil dan makmur. Semoga ! TANGAN TERKEPAL DAN MAJU KEMUKA ! Wallahul Muafiq Ila Aqwamit Thariq
Mengetahui:
MASRURI MAHALI
Koordinator POS IPPM
sumber: www.beritajatim.com
Pemerintahan SBY-JK Dinilai Prosedural
Kepemimpinan SBY-JK dalam kurun waktu 5 tahun terakhir belum mampu mewujudkan amanah rakyat yang sesungguhnya. Proses kehidupan berbangsa dan bernegara yang tampak cenderung prosedural, belum bersifat substansial.
Demikian terungkap dalam diskusi publik Brawijaya Social Thought bertema “Refleksi 5 Tahun Pemerintahan SBY-JK” yang berlangsung di gedung PPI, Rabu (18/03). Acara ini diselenggarakan oleh LabSosio Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial UB dalam rangka memperingati Lustrum I Fakultas Ilmu Sosial. Hadir sebagai pembicara dalam acara itu Airlangga Pribadi M Si (Dosen Pengajar Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga) serta Ahmad Imron Rozuli M Si (Dosen Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Brawijaya).
Dalam acara yang dihadiri puluhan mahasiswa tersebut Imron menyoroti berbagai macam problem yang masih aktual dalam konteks sosial-ekonomi masyarakat Indonesia seperti distribusi pendapatan yang tidak merata, aksesibilitas informasi dan kinerja layanan publik yang lemah, utang luar negeri yang tinggi, kondisi primary sector seperti pertanian yang belum baik. Menurutnya, kondisi kerangka relasi tripartit (negara-civil society-privat) telah mendorong birokrasi banyak melakukan perselingkuhan dengan pemodal seperti yang tampak dalam kasus pilkada maupun pemilu. Hal tersebut juga mendorong tumbuh suburnya perilaku korupsi yang dilakukan oleh pejabat pemerintah.
Imron juga menyebutkan bahwa negara mengalami krisis legalitas terutama pada lembaga-lembaga tinggi negara. Peran lembaga-lembaga tersebut secara nyata tidak mampu memenuhi harapan rakyat. “Akibatnya peran negara makin mengkerut”, sebutnya. Hal ini diamini oleh Airlangga yang mengatakan bahwa lembaga-lembaga penyelenggara negara lebih mengedepankan segala sesuatu yang bersifat prosedural.
Oleh sebab itu, saat ini diperlukan banyak alternatif dan inisiatif dari gabungan masyarakat dan komponen lain seperti LSM atau media massa guna melakukan pengawasan terhadap penyelenggara negara. Ke depan, terutama menghadapi pemilihan kepala negara, masyarakat harus lebih jeli dan cermat dalam memilih pemimpin yang memiliki karakter yang kuat dan paling potensial untuk memenuhi kepentingan rakyat secara keseluruhan terutama dilihat dari rekam jejaknya.[fjr]
sumeber : prasetya.brawijaya.ac.id
Pendidikan Melahirkan Generasi Baru
Harus kita akui masih banyak generasi muda saat ini yang mudah emosi dan lebih mengutamakan otot daripada akal pikiran. Kita lihat saja, tawuran bukan lagi milik pelajar SMP dan SMA tapi sudah merambah dunia kampus mungkin yang terbaru adalah di Universitas Pattimura. Atau kita jarang melihat demonstrasi yang santun dan tidak menggangu orang lain baik kata-kata yang diucapkan dan prilaku yang ditampilkan. Kita juga kadang-kadang jadi ragu apakah demonstrasi yang dilakukan mahasiswa murni untuk kepentingan rakyat atau pesanan sang pejabat.
Selain itu, berita-berita mengenai tindakan pencurian kendaraan baik roda dua maupun empat, penguna narkoba atau bahkan pengedar, pemerasan dan perampokan yang hampir setiap hari mewarnai tiap lini kehidupan di negara kita tercinta ini banyak dilakukan oleh oknum golongan terpelajar. Semua ini jadi tanda tanya besar kenapa hal tersebut terjadi?. Apakah dunia Pendidikan (dari SD sampai PT) kita sudah tidak lagi mengajarkan tata susila dan prinsip saling sayang – menyayangi kepada siswa atau mahasiswanya atau kurikulum pendidikan tinggi sudah melupakan prinsip kerukunan antar sesama? Atau inikah hasil dari sistim pendidikan kita selama ini ? atau Inikah akibat perilaku para pejabat kita?
Dilain pihak, tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme yang membuat bangsa ini morat-marit dengan segala permasalahanya baik dalam bidang keamanan, politik, ekonomi, sosial budaya serta pendidikan banyak dilakukan oleh orang orang yang mempunyai latar belakang pendidikan tinggi baik dalam negeri maupun luar negri. Dan parahnya, era reformasi bukannya berkurang tapi malah tambah menjadi-jadi.
PERLU PENDIDIKAN YANG BERADAB
Pendidikan nasional selama ini telah mengeyampingkan banyak hal. Seharusnya pendidikan nasional kita mampu menciptakan generasi penerus yang beradab, bermoral, mandiri, matang dan dewasa, jujur, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, berperilaku santun, tahu malu dan tidak arogan serta mementingkan kepentingan bangsa bukan pribadi atau kelompok.Tapi kenyataanya bisa kita lihat saat ini. Pejabat yang melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme baik di legislative, ekskutif dan yudikatif semuanya orang-orang yang berpendidikan bahkan tidak tanggung-tanggung, mereka bergelar dari S1 sampai Prof. Dr. Contoh lainnya, dalam bidang politik lebih parah lagi, ada partai kembar , anggota dewan terlibat narkoba, bertengkar ketika sidang, gontok-gontokan dalam tubuh partai karena memperebutkan posisi tertentu. Bagaimana mau memperjuangkan aspirasi rakyat kalau dalam diri partai saja belum kompak?
Pendidikan nasional yang beradab adalah pendidikan yang bisa mencetak generasi muda dari SD sampai PT yang bermoral dan beradab. Dimana proses pendidikan harus bisa membawa peserta didik kearah kedewasaan, kemandirian dan bertanggung jawab, tahu malu, tidak plin-plan, jujur, santun, berahklak mulia, berbudi pekerti luhur sehingga mereka tidak lagi bergantung kepada keluarga, masyarakat atau bangsa setelah menyelesaikan pendidikannya.Tetapi sebaliknya, mereka bisa membangun bangsa ini dengan kekayaan yang kita miliki dan dihargai didunia internasional. Kalau perlu bangsa ini tidak lagi mengandalkan utang untuk pembangunan. Sehingga negara lain tidak seenaknya mendikte Bangsa ini dalam berbagai bidang kehidupan.
Perubahan dalam pendidikan nasional jangan hanya terpaku pada perubahan kurikulum, peningkatan anggaran pendidikan, perbaikan fasilitas. Misalkan kurikulum sudah dirubah, anggaran pendidikan sudah ditingkatkan dan fasilitas sudah dilengkapi dan gaji guru/dosen sudah dinaikkan, Namun kalau pendidik (guru atau dosen) dan birokrat pendidikan serta para pembuat kebijakan belum memiliki sifat-sifat seperti diatas, rasanya perubahan-perubahan tersebut akan sia-sia. Implementasi di lapangan akan jauh dari yang diharapkan Dan akibat yang ditimbulkan oleh proses pendidikan pada generasi muda akan sama seperti sekarang ini. Dalam hal ini saya tidak berpretensi menyudutkan guru atau dosen dan birokrat pendidikan serta pembuat kebijakan sebagai penyebab terpuruknya proses pendidikan di Indonesia saat ini. Tapi adanya oknum yang berperilaku menyimpang dan tidak bermoral harus segera mengubah diri sedini mungkin kalau menginginkan generasi seperti diatas.
Salah satu solusi terbaik untuk memperbaiki Indonesia saat ini adalah saat ini adalah melalui lembaga pendidikan yang efektif. Tentu saja ini tidak luput dari tenaga pengajar tak terkecuali dosen. Di harapkan dosen dapat mendidik mahasiswa tidak hanya dalam hal akademis tetapi juga dapat mencetak mahasiswa yang beradab.
Dan harapannya dengan adanya pendidikan panacasila dan atau kewarganegaraan yang dipahami tidak sekedar hafalan akan mewujudkan pendidikan yang berkualitas sehingga melahirkan generasi yang beradab.
SUKSESKAN RTK XX KOMISARIAT PMII BRAWIJAYA
Mari Sukseskan RTK XX PMII Komisariat Universitas Brawijaya yang akan diselenggarakan pada :
Hari, tanggal : Jumat – Minggu, 23 – 25 Mei 2008
waktu : 13.00 WIB – selesai
Tempat : Balai Kelurahan Ketawanggede, Malang
Tema : “PMII sebagai aset kepemimpinan masyarakat lintas Sektoral” dengan tema khusus dalam acara sarasehan ” SEABAD KEBANGKITAN NASIONAL, SANGGUPKAH PERGERAKAN MAHASISWA BANGKIT?”
narasumber : 1. Arif Junaidi (DPRD Jatim)
2. Kurniawan Muhammad (Wartawan Jawa pos)
3. Hakim Jayli (Dirut Pas TV Pasuruan)
Mari kita sukseskan RTK XX PMII Kobra.
RESHUFFLE DAN UPAYA PENYEGARAN DALAM KEPENGURUSAN
Penyegaran (reshuffle-red) biasanya dilakukan untuk mengevaluasi kinerja fungsionaris pengurus organisasi. Penyegaran pun dilakukan untuk mengontrol kapasitas kepemimpinan tiap bidang dalam menjalankan program kerja yang telah ditetapkan di awal kepengurusan.
Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Brawijaya baru-baru ini. Penyegaran ini bertujuan untuk mengganti pengurus-pengurus yang sudah mulai “loyo” dan perlu adanya energi baru dalam mengawal perencanaan program kerja. Baca entri selengkapnya »
Forum dan Biodata Alumni
Lagi Iseng jadi bikin Forumnya PMII komisariat Brawijaya. Linknya ada di Blogroll. Ayo kita ramaikan forumnya. Disana kita bisa ngobrol-ngobrol sesuka kita. Dan buat sahabat-sahabat yang ingin mengirimkan artikel atau tulisannya silahkan hubungi sahabat Zarkasi atau ernin (er_nu22@yahoo.com +628563577964).
Dan Buat sahabat-sahabat alumni ngisi biodata di forum aja yah!Cos disamping lebih gampang lihate juga biar g’ ketunda-tunda lagi. Soale ini sekalian, daripada bikin web yang bisa alumni ngentri datanya via web perlu waktu lagi(cos seringnya ernin males gt!). Yah mungkin untuk sementara waktu aja.
NB : Sory zar aku ga’ tahu emailmu.
PILAR-PILAR AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH
Sekarang ini, aliran-aliran dan gerakan-gerakan politik sudah ada di sekitar kita. Kita tidak usah ikut-ikut ke sana, tetap saja pada ASWAJA. Ini penting, soale wis usum (soalnya sudah musim. red), mereka semua sudah masuk ke kampung, kampus, masjid, dsb. Wis ojok melok-melok, tetep pada ASWAJA yang patokannya sudah jelas (sudah jangan ikut-ikut, tetap pada ASWAJA yang patokannya sudah jelas. red).
Patokan ASWAJA dalam bidang tauhid adalah Imam Al-Asy’ari dan Imam Al-Maturidy. Patokan dalam bidang Ilmu Fiqih adalah salah satu dari madzhab empat, yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali RA. Baca entri selengkapnya »
Santri versus Priyayi
Pada awalnya bangsa ini bersatu padu. Berbagai lapisan masyarakat, baik pedagang, priyayi, santri, petani bangsawan dan rohaniawan saling akrab. Meraka hidup alam sebuah kosmologi yang sama yaitu kosmologi Nusantara yang meletakkan mereka dalam posisi dan peran masing-masing yang bertugas memayu ayuning bawono (menjaga ketertiban dunia). Dengan cara itu kehidupan menjadi harmonis, sebab mereka dididik dalam satu sistem yang sama yaitu pesantren atau paguron. Baca entri selengkapnya »
Senyum
“Senyum biayanya lebih kecil dibanding dengan listrik, tapi dijamin lebih banyak cahayanya”
Selamat Berkarya untuk Bangsa!
Pada Wisuda Periode ketiga Universitas Brawijaya yang akan diselenggarakan pada sabtu, 17 Nopember besok, ada tiga kader PMII yang udah nyuri start buat finish duluan. Mereka adalah :
1. Sahabat Arif (mantan ketua kom 2004 – 2005)
2. Sahabati Airin Nur W (kader Rayon MIPA)
3. Sahabati Ernin NU (Bendahara Komisariat 2007 – 2008)
Segenap Keluarga besar PMII Komisariat Brawijaya mengucapkan selamat kepada mereka-mereka yang telah mewarnai perjalanannya di kampus dengan PMII.
Selamat berkarya dan bergerak.
Tangan Terkepal dan Maju Kemuka…
PK PMII UB 07 – 08