Sebuah Renungan
Sebuah Renungan
Di atas tanah kering ini
Kami duduk sambil berharap…
Akankah hamparan padi itu bisa berubah menjadi mutiara..?
Akankah air sungai itu kembali bening dan menyegarkan..?
Ah…tidak…
Kami harus sadar…
Hamparan itu telah lenyap tertelan banjir lumpur..
Datang tanpa permisi dan tak kunjung pergi..
Sedangkan air sungai marah karena mereka dikotori…
Mereka murka dan mengoyak ketenangan kami..
Di negeri ini..
Bencana datang bertubi-tubi tanpa peduli
Menimpa siapa saja yang dikehendaki dan tanpa seleksi
Di tanah agraris ini..
Berjuta manusia harus kelaparan dan berebut nasi
Sampai kapankah parodi kehidupan ini akan terus terjadi?
Di negara yang aman sentosa ini..
Kepercayaan, keamanan dan kehidupan manusia tidak lagi dihargai..
Belum selesai pencarian korban Adam Air
Tiba-tiba sebuah kapal motor tenggelam tak tersisa di Utara Jawa
Untuk sesaat kita tenang..
Sebelum akhirnya sebuah kapal motor terbakar hangus
Tinta merah menghiasi tiap detik perjalanan negeri ini
Dan kini Garuda Indonesia harus kehilangan kegagahannya
Semuanya telah meninggalkan luka yang tak kunjung reda
Mungkinkah ini ujian dari Tuhan?
Ataukah ini sebuah kutukan?
Sepertinya kita harus merefleksi diri..
Untuk para pemangku jabatan di negeri ini…
Untuk para dermawan yang tak berhenti mengucurkan materi..
Untuk teman-teman seperjuangan yang sedang berproses mencari jati diri..
Dan semua keluarga dari adam di tanah ini..
UfiQ