PMII UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Brawijaya

PILAR-PILAR AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

with 8 comments

Sekarang ini, aliran-aliran dan gerakan-gerakan politik sudah ada di sekitar kita. Kita tidak usah ikut-ikut ke sana, tetap saja pada ASWAJA. Ini penting, soale wis usum (soalnya sudah musim. red), mereka semua sudah masuk ke kampung, kampus, masjid, dsb. Wis ojok melok-melok, tetep pada ASWAJA yang patokannya sudah jelas (sudah jangan ikut-ikut, tetap pada ASWAJA yang patokannya sudah jelas. red).

Patokan ASWAJA dalam bidang tauhid adalah Imam Al-Asy’ari dan Imam Al-Maturidy. Patokan dalam bidang Ilmu Fiqih adalah salah satu dari madzhab empat, yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali RA.

Madzhab Imam Syafi’i iku sing paling luwes, sebab piyambake rono-rene.(itu yang paling lentur, sebab beliau sudah melanglang buana. red) Beliau pernah tinggal di Mekkah, Madinah, Baghdad, Mesir, dsb. sehingga beliau iso (bisa. red) membanding-bandingkan.

Imam Malik itu hanya tinggal di Madinah saja, mulane (makanya. red) beliau menjadi Ahli Hadits terkemuka, karena Hadits numpuk di Madinah. Nabi Muhammad SAW hidup lama di Madinah, sehingga kelumpukan, (kumpulan. red) Hadits ada di Madinah juga sangat banyak. Hadits itulah yang menjadi ilmu andalan dari Imam Malik. Mulane, seakan-akan Imam Malik iku nggak duwe pendapat (seakan-akan Imam Malik tidak punya pendapat. red), karena nyaris semua pendapatnya mengacu kepada Hadits. Saking akehe Hadits sing diapalno Imam Malik, ngantek luweh teko 100.000 Hadits. Bandingno karo awak-awak’an iki, utange tok lali, opo maneh apal Hadits (karena banyaknya hadis yang dihafal Imam Malik, sampai lebih dari 100.000 hadis. bandingkan dengan kita, hutang saja lupa apalagi hafal hadis. red).

Imam Malik iku sugih tapi sufi. Anehe, sufi itu orang yang atine gak kedunyan, padahal Imam Malik diparingi sugih. Opo dungane Imam Malik supoyo sugih lan sufi? (Imam Malik itu kaya tapi sufi, anehnya, sufi itu orang yang hatinya tidak terpaut dengan dunia, padahal Imam Malik dianugrahi kekayaan. apa do’anya Imam Malik supaya kaya dan sufi?. red), do’anya adalah:

Ya Allah, letakkanlah dunia di tangan saya, jangan letakkan dunia itu di hati saya.

Do’a ini bermakna: Kalau dunia hanya ditelakkan di tangan saya, maka dunia itu akan saya gunakan, bukan saya yang dipergunakan dunia. Akan tetapi kalau dunia itu diletakkan di hati, maka hati kita yang digerakkan oleh dunia. Jadi, pertanyaannya, siapa juragannya, kita ataukah dunia?.

Karena Imam Malik iku sugih (itu kaya. red), alim, dan sufi, maka kabeh santrine dibandani,(semua santrinya dibiayai. red), baik mangan(makan. red), biaya sekolah, kebutuhan kitab, dsb. Bahkan Imam Syafi’i RA ketika mau budal neng Baghdad, disangoni oleh Imam Malik. (bahkan Imam Syafi’i RA ketika mau berangkat ke Baghdad, biayanya ditanggung oleh Imam Malik. red)

Sedangkan Imam Madzhab sing melarat (yang miskin. red) adalah Imam Syafi’i RA. Ketika berusia 2 tahun, beliau sudah ditinggal ibunya. Ada cerita, pada waktu kulo wonten Qatar, kepanggeh Imam besar saat ini yang namanya Syaikh Yusuf Qardhawi (pada waktu saya berada di Qatar, bertemu dengan Imam Besar saat ini yang namanya Syaikh Yusuf Qardhawi. red). Beliau bertanya: “Orang Indonesia pakai madzhab apa?”. Saya menjawab: “Mayoritas madzhab Imam Syafi’i RA,“. Lalu beliau berkomentar: “Syafi’iyyun Fuqaraa” (golongan Madhab Syafi’i itu golongan orang-orang faqir. red).

Imam Hanafi RA juga tergolong kaya. Jadi, orang sufi itu nggak mesti melarat. Senajan melarat, tapi kalau nggeragas, yo gak onok sufine (sekalipun miskin, tapi kalau rakus, ya tidak ada sufinya. red). Yang dimaksud dengan sufi adalah orang yang hidup berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan kemauan. Jadi, kalau sudah luwe, baru perlu sego; nek ngelak, lagek perlu ngombe (jadi kalau sudah lapar, baru perlu nasi; kalau haus, baru perlu minum. red), dst.

Ada maqalah kaum sufi:

Untuk apa kamu membangun sesuatu yang tidak engkau tempati, dan untuk apa kamu mengumpulkan apa yang tidak kamu makan

Ibaratnya, turumu mek sak dipan, ono apo kowe nggawe kamar ngantek 40, opo kate ngolah-ngaleh turu? (tidurmu hanya perlu satu ranjang, buat apa membuat kamar sampai 40, apa hanya untuk berpindah-pindah tidur?. red)

Di bidang tarekat atau tasawuf, ASWAJA mengikuti Imam Junaid Al-Baghdadi dan Imam Al-Ghozali.

Dalam ASWAJA ada tiga istilah, fiqhul ahkaam, fiqhud da’wah dan fiqhus siyasah. Fiqhus Siyasah di dalam ASWAJA itu luwes (fleksibel. red). Yang penting, kalau bisa syari’at dijadikan undang-undang Negara. Kalau tidak bisa, maka makna syari’at itulah yang dijadikan undang-undang. Kalau masih tidak bisa, maka pokoknya Islam tidak ditabrak oleh undang-undang. Jadi, bagaimana caranya agar syari’at Islam tetap berjalan, akan tetapi Indonesia-nya masih tetap bersatu. Ini adalah hikmatul ‘ulama’ dan hikmatul auliya’,

Ditulis dari Pengajian Abah Hasyim Muzadi oleh M. Rosyidin
Santri Pesma Al-Hikam. Mahasiswa STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang

Written by pmiiub

November 22, 2007 pada 6:21 pm

Ditulis dalam Kajian

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. MATUR NUWUN MAS!!!

    Asy-Syifa

    Februari 29, 2008 at 7:22 am

  2. kapan tahlil maneh?

    bid III

    Juni 17, 2008 at 7:46 am

  3. DI HARAPKAN KEHADIRAN SAHABAT-SAHABT TIAP KAMIS MALAM JUMAT UNTUK ISTIGHOSAH BARENG PENGURUS KOMISARIAT UB . MATUR SUWUN

    haeb

    Juli 10, 2008 at 5:25 am

  4. alhamdulilah… mugi2 angsal ijabah saking gusti allah

    karebet

    Juli 16, 2008 at 9:55 am

  5. tolong diberikan trik-trik khusus dalam lay out buletinnya.saya dari PMII cab.makassar raya kom.unhas

    arham

    Oktober 31, 2008 at 7:45 am

  6. numpang lewat

    sekum kom D3W@ pasuruan

    Januari 22, 2009 at 6:12 am

  7. HE….NUNUT…

    DISEMBUNYIKAN

    Januari 24, 2009 at 8:45 am

  8. robet ulum cuakep’e rek…. koyok…..

    DISEMBUNYIKAN

    Januari 24, 2009 at 8:56 am


Tinggalkan Balasan